01 May 2006

Rasulullah SAW Teladan Kita

Dengan mengetengahkan aspek yang unik dari Rasulullah yang perlu sekali kita
teladani. Yakni, sifat tawadhu' Rasulullah. Apa yang tergambar dalam benak
kita apabila kita mendengar seseorang itu tawadhu'?
Kurang-lebihnya orang itu pasti memiliki sopan santun, menghormati yang tua dan
mengasihi yang muda, berbuat baik kepada tamunya, kawan-kawannya,dll. Dengan
kata lain, orang itu memiliki budi pekerti yang luhur dan ber-akhlaq mulia.
Pasti orang semacam ini mudah sekali bergaul dan disenangi orang lain.

3. Sifat Tawadhu' Rasulullah
----------------------------

Rasulullah s.a.w. sebagai insan kamil banyak mempunyai sifat tawadhu'
dan bahkan sifat ini telah menjadi kebiasaannya sejak kecil, jauh sebelum
masa kenabian beliau. Apabila kita tengok dalam Sirah Nabawiyah, akan jelas
sekali terbukti betapa harum nama beliau di kalangan kaumnya, karena sifat
beliau. Beliu terkenal sekali sebagai "Al-Amin" (yang terpercaya).

Sifat tawadhu' inilah yang telah mengangkat diri Rasulullah sebagi
orang yg berbudi luhur dan ber-akhlaq mulia dalam bentuknya yg sempurna dan maha
tinggi. Aisyah r.a. yang sehari-hari hidup mendampingi Rasulullah menyimpulkan
bahwa akhlaq beliau adalah Al-Qur'an. Tidak hanya itu. Allah sendiri pun memuji
akhlaq beliau, sebagaimana diabadikan dalam Surat Al-Qalam ayat 4:

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Subhanallah!! Betapa tinggi pujian ini. Bukan dari Presiden ataupun
Perdana Menteri, tetapi langsung dari Allah!

Orang-orang yang hidup bersama Rasulullah dan yang pernah menyaksikan
cara hidup beliau mereka menyatakan bahwa beliau selalu memberi salam kepada
sahabat beliau, dari yang kecil sampai yang besar. Bila beliau berjabatan
tangan beliau tidak hendak melepaskan sebelum sahabat itu melepaskan tangannya.
Apabila beliau datang dalam suatu pertemuan tidak mau duduk sebelum
berjabat tangan dengan seluruh undangan yang hadir. Beliau juga orang yang
biasa berbelanja ke pasar-pasar dengan membawa barang-barang yang beliau beli
dengan tangannya sendiri. Ketika Abu Hurairah hendak membawakan barang-barang
beliannya itu beliau menolaknya sambil berkata: "Akulah yang lebih pantas
membawa barang-barang ini".

Terhadap kaum buruh dan orang-orang miskin beliau tak pernah
menampakkan rasa sombong dan takabbur. Beliau selalu memenuhi undangan orang
yang mengundangnya, memaafkan orang yang berhalangan. Beliau juga pernah
menambah dan menjahid sandalnya dengan tangannya sendiri, menjadi penggembala
kambing tetangganya, makan bersama-sama dengan para nelayan beliau, selalu siap
menolong orang lain yang membutuhkannya, duduk di atas tanah tak beralas bukan
di atas kursi yang empuk, walaupun beliau seorang pemimpin besar dunia!

Keluhuran budi Rasulullah seperti tersebut di atas adalah karena
didikan Al-Qur'an untuk berbudi luhur, seperti firman Allah:

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu
orang-orang yang beriman."
(QS. Asy-Syura: 215)

YA ALLAH
SEMOGA SHOLAWAT DAN SALAM TETAP ENGKAU LIMPAHKAN KEPADA JUNJUNGAN KAMI
SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH MEMBERIKANNYA KEPADA IBRAHIM DAN KELUARGANYA

YA ALLAH
SEMOGA BERKAT-MU SENANTIASA ENGKAU LIMPAHKAN KEPADA TELADAN KAMI
SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH MEMBERIKANNYA KEPADA IBRAHIM DAN KELUARGANYA
 
 
Wabillahi Taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Saudaramu dalam Islam,
Abu Abdullah

0 komentar: