Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com
Powered by Blogger.

Rasulullah SAW Teladan Kita

Nabi Muhammad SAW



Dengan mengetengahkan aspek yang unik dari Rasulullah yang perlu sekali kita teladani. Yakni, sifat tawadhu' Rasulullah. Apa yang tergambar dalam benak kita apabila kita mendengar seseorang itu tawadhu'?

Kurang-lebihnya orang itu pasti memiliki sopan santun, menghormati yang tua dan mengasihi yang muda, berbuat baik kepada tamunya, kawan-kawannya,dll. Dengan kata lain, orang itu memiliki budi pekerti yang luhur dan ber-akhlaq mulia. Pasti orang semacam ini mudah sekali bergaul dan disenangi orang lain.

3. Sifat Tawadhu' Rasulullah
----------------------------

Rasulullah s.a.w. sebagai insan kamil banyak mempunyai sifat tawadhu' dan bahkan sifat ini telah menjadi kebiasaannya sejak kecil, jauh sebelum masa kenabian beliau. Apabila kita tengok dalam Sirah Nabawiyah, akan jelas sekali terbukti betapa harum nama beliau di kalangan kaumnya, karena sifat beliau. Beliu terkenal sekali sebagai "Al-Amin" (yang terpercaya).

Sifat tawadhu' inilah yang telah mengangkat diri Rasulullah sebagi orang yg berbudi luhur dan ber-akhlaq mulia dalam bentuknya yg sempurna dan maha tinggi. Aisyah r.a. yang sehari-hari hidup mendampingi Rasulullah menyimpulkan bahwa akhlaq beliau adalah Al-Qur'an. Tidak hanya itu. Allah sendiri pun memuji akhlaq beliau, sebagaimana diabadikan dalam Surat Al-Qalam ayat 4:

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Subhanallah!! Betapa tinggi pujian ini. Bukan dari Presiden ataupun Perdana Menteri, tetapi langsung dari Allah!

Orang-orang yang hidup bersama Rasulullah dan yang pernah menyaksikan cara hidup beliau mereka menyatakan bahwa beliau selalu memberi salam kepada sahabat beliau, dari yang kecil sampai yang besar. Bila beliau berjabatan tangan beliau tidak hendak melepaskan sebelum sahabat itu melepaskan tangannya. Apabila beliau datang dalam suatu pertemuan tidak mau duduk sebelum berjabat tangan dengan seluruh undangan yang hadir. Beliau juga orang yang biasa berbelanja ke pasar-pasar dengan membawa barang-barang yang beliau beli dengan tangannya sendiri. Ketika Abu Hurairah hendak membawakan barang-barang beliannya itu beliau menolaknya sambil berkata: "Akulah yang lebih pantas membawa barang-barang ini".

Terhadap kaum buruh dan orang-orang miskin beliau tak pernah menampakkan rasa sombong dan takabbur. Beliau selalu memenuhi undangan orang yang mengundangnya, memaafkan orang yang berhalangan. Beliau juga pernah menambah dan menjahid sandalnya dengan tangannya sendiri, menjadi penggembala kambing tetangganya, makan bersama-sama dengan para nelayan beliau, selalu siap menolong orang lain yang membutuhkannya, duduk di atas tanah tak beralas bukan di atas kursi yang empuk, walaupun beliau seorang pemimpin besar dunia!

Keluhuran budi Rasulullah seperti tersebut di atas adalah karena didikan Al-Qur'an untuk berbudi luhur, seperti firman Allah:

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman." (QS. Asy-Syura: 215)

YA ALLAH
SEMOGA SHOLAWAT DAN SALAM TETAP ENGKAU LIMPAHKAN KEPADA JUNJUNGAN KAMI SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH MEMBERIKANNYA KEPADA IBRAHIM DAN KELUARGANYA

YA ALLAH
SEMOGA BERKAT-MU SENANTIASA ENGKAU LIMPAHKAN KEPADA TELADAN KAMI SEBAGAIMANA ENGKAU TELAH MEMBERIKANNYA KEPADA IBRAHIM DAN KELUARGANYA





Wabillahi Taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Saudaramu dalam Islam,
Abu Abdullah
Terima kasih telah membaca artikel tentang Rasulullah SAW Teladan Kita di blog Perjalanan Spiritual jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini diwebbroswer anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :

Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com