
Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab Masnadnya dari Muhammad bin Aqil katanya, "Pada suatu hari Ali bin Abi Talib pernah berkhutbah di hadapan kaum Muslimin dan beliau berkata, "Hai kaum Muslimin, siapakah orang yang paling berani ?"
Jawab mereka, "Orang yang paling berani adalah engkau sendiri, hai Amirul Mukminin."
Kata Ali, "Orang yang paling berani bukan aku tapi adalah Abu Bakar. Ketika kami membuatkan Nabi gubuk di medan Badar, kami tanyakan siapakah yang berani menemankan Rasulullah s.a.w dalam gubuk itu dan menjaganya dari serangan kaum Musyrik ? Di saat itu tiada seorang pun yang bersedia melainkan Abu Bakar sendiri. Dan beliau menghunus pedangnya di hadapan Nabi untuk membunuh siapa saja yang mendekati gubuk Nabi s.a.w. Itulah orang yang paling berani."
"Pada suatu hari juga pernah aku menyaksikan ketika Nabi sedang berjalan kaki di kota Mekah, datanglah orang Musyrik sambil menghalau beliau dan menyakiti beliau dan mereka berkata, "Apakah kamu menjadikan beberapa tuhan menjadi satu tuhan ?" Di saat itu tidak ada seorang pun yang berani mendekat dan membela Nabi selain Abu Bakar. Beliau maju ke depan dan memukul mereka sambil berkata, "Apakah kamu hendak membunuhorang yang bertuhankan Allah ?"
Kemudian sambil mengangkat kain selendangnya beliau mengusap air matanya. Kemudian Ali berkata, "Adakah orang yang beriman dari kaum Firaun yang lebih baik daripada Abu Bakar ?" Semua jamaah diam saja tidak ada yang menjawab. Jawab Ali selanjutnya, "Sesaat dengan Abu Bakar lebih baik daripada orang yang beriman dari kaum Firaun walaupun mereka sepuluh dunia, kerana orang beriman dari kaum Firaun hanya menyembunyikan imannya sedang Abu Bakar menyiarkan imannya."
09 May 2008
ORANG YANG PALING BERANI
Diposting oleh andirst di 1:53 PM 0 komentar
07 May 2008
Pikiran Membentuk Diri Kita
Pada suatu hari, ia melihat seekor elang dengan gagah terbang mengarungi angkasa."Wow, luar biasa!Siapakah itu?Terbang cepat sekali dan terlihat gagah,"katanya penuh kekaguman.
"Itulah elang. Raja segala burung! Sahut ayam disekitarnya.
"Kalau saja kita bisa terbang, ya? Luar biasa!"ujar elang kecil itu.
Elang itu melihat ada banyak kesamaan antara dirinya dengan elang yang sedang terbang. Ia menyakini bahwa dirinya pun sanggup untuk terbang. Namun, ayam-ayam disekitarnya selalu mengatakan bahwa dirinya adalah ayam. Mereka mengatakan kalau ia tidak bisa terbang karena ia adalah hanya seekor ayam. Akhirnya, elang itu makan, minum,menjalani hidup, dan akhirnya mati sebagai seekor ayam.
Begitulah, kita sesuai dengan anggapan kita sendiri. Berpikir seperti seorang juara bisa membuat kita benar-benar menjadi juara. Berpikir menjadi orang yang selalu kalah dan rendah malah benar-benar membuat kita selalu menjadi orang rendahan. Pikiran adalah sumber kekuatan yang dahsyat. Sudut pandang yang ada dalam pikiran kita akan mempengaruhi apa yang kita lihat. Ini bisa menjebak.
Ketika kita mempunyai pikiran bahwa orang negro itu jahat dan setiap kita melihat orang yang kulit hitam legam, tubuh kita bereaksi untuk bersikap waspada dan menjauhinya. Namun, ketika orang itu malah membantu, kita terkejut dan menyangka ia pasti memiliki maksud tertentu.
Ketika kita mempunyai pikiran bahwa kita adalah orang biasa, kita pun akan hidup dan mati seperti orang biasa, Namun, ketika kita yakin kita bukan orang biasa, yaitu orang yang ditakdirkan menjadi orang yang luar biasa, kita akan berusaha lebih keras daripada usaha orang lain. Bukan bermaksud menjadi takabur, tetapi agar menjadi lebih kuat. Tambah dan perluaslah wawasan hidup agar kita dapat memiliki sudut pandang yang lebih kaya. ( dikutip dari buku "Bahagia Tanpa Batas" )
" Jika Anda ingin keberhasilan biasa, perbaikilah perilaku ;
Jika Anda ingin keberhasilan besar, perbaiki pola pikir "
( Stephen R. Covey )
Diposting oleh andirst di 10:03 AM 1 komentar
04 December 2007
HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2
Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu.
"Artinya : Rajab bulan Allah, Sya'ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku"
"Artinya : Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Qur'an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya'ban seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas semua hamba."
"Artinya : Barangsiapa shalat Maghrib di malam pertama bulan Rajab, kemudian shalat sesudahnya dua puluh raka'at, setiap raka'at membaca al-Fatihah dan al-Ikhlash serta salam sepuluh kali. Kalian tahu ganjarannya? Sesungguhnya Jibril mengajarkan kepadaku demikian." Kami berkata: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui, dan berkata: 'Allah akan pelihara dirinya, hartanya, keluarga dan anaknya serta diselamatkan dari adzab Qubur dan ia akan melewati as-Shirath seperti kilat tanpa dihisab, dan tidak disiksa.'"
"Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab dan shalat empat raka'at, di raka'at pertama baca 'ayat Kursiy' seratus kali dan di raka'at kedua baca 'surat al-Ikhlas' seratus kali, maka dia tidak mati hingga melihat tempatnya di Surga atau diperlihatkan kepadanya (sebelum ia mati)"
"Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan."
Kata Imam an-Nasa'i: "Furaat bin as-Saa'ib Matrukul hadits." Dan kata Imam al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: "Para Ahli Hadits meninggalkannya, karena dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk kata Imam ad-Daraquthni." [Lihat adh-Dhu'afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa'i (no. 512), al-Jarh wat Ta'dil (VII/80), Mizaanul I'tidal (III/341) dan Lisaanul Mizaan (IV/430).]
"Artinya : Sesungguhnya di Surga ada sungai yang dinamakan 'Rajab' airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barangsiapa yang puasa satu hari pada bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai itu."
"Artinya : Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api Neraka, barangsiapa yang berpuasa delapan hari pada bulan Rajab, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu dari pintu-pintu Surga. Dan barang siapa puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah."
Imam an-Nasa-i berkata: "Dia Matrukul Hadits." Sedangkan kata Imam al-Bukhari: "Dia dituduh sebagai pendusta." Kata Imam Ahmad: "Dia sering memalsukan hadits." [Periksa, adh-Dhu'afa wal Matrukin (no. 478) oleh Imam an-Nasa-i, Mizaanul I'tidal (III/245-246), al-Jarh wat Ta'dil (VI/221) dan Lisaanul Mizaan (IV/353)]
Imam Ahmad dan an-Nasa-i berkata: "Dia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya)." Kata Yahya bin Ma'in: "Dia matruk." Dan beliau pernah berkata: "Dia rawi yang lemah." [Periksa: Adh Dhu'afa wal Matrukin (no. 21), Mizaanul I'tidal (I/10), al-Jarh wat Ta'dil (II/295), Taqriibut Tahdzib (I/51, no. 142)]
Diposting oleh andirst di 10:06 AM 0 komentar

















