Darimana Datangnya Senjata Israel?

Senjata Israel



Farid M Ibrahim
Alumnus Orebro University Swedia, mukim di Tokyo

Deru mesin perang Israel di Lebanon dan Palestina kembali membuktikan bangsa dengan anggota 6,2 juta jiwa ini sebagai salah satu kekuatan militer terbesar di dunia. Data World Policy Institute (2006) menunjukkan, 20 persen anggaran militer Israel disediakan oleh Washington setiap tahun, dan sekitar 70 persen di antaranya ternyata kembali ke perusahaan-perusahaan pembuat senjata dan pesawat tempur Amerika Serikat (AS).

Frida Berrigan, peneliti senior World Policy Institute dalam wawancara dengan jaringan media independen Democracy Now yang disiarkan Jumat (21/7) mengungkapkan bantuan militer AS mencapai 3 miliar dolar AS per tahun. Sejak George W Bush berkuasa, penjualan senjata ke Israel meningkat menjadi 6,3 miliar dolar AS per tahun. Ia pun menyayangkan fokus yang diberikan media-media dalam liputan tentang agresi Israel. Kebanyakan media hanya mengkritik bantuan persenjataan Suriah dan Iran kepada Hizbullah tanpa diimbangi dengan pemberitaan mengenai bantuan persenjataan AS ke Israel.

Hubungan unik
Menurut Berrigan, hampir semua senjata Israel dipasok oleh AS seperti pesawat-pesawat F-16, helikopter Apache, dan pelbagai jenis rudal canggih. Dalam kaitan ini, tidak ada hubungan bilateral dimana pun di dunia ini yang seunik hubungan AS-Israel. Uang cash rakyat AS yang diberikan untuk militer Israel setiap tahun, kemudian dibelanjakan kembali ke perusahaan-perusahaan pembuat peralatan militer seperti Lockheed Martin, Boeing, dan Raytheon. 

Singkatnya, Israel menggunakan uang bantuan rakyat AS untuk kemudian membeli persenjataan di AS, yang kini digunakan untuk menghancurkan infrastruktur di Lebanon dan membunuh rakyat tidak berdosa. Di sinilah signifikansi posisi Washington dalam upaya menghentikan serangan sistematis Israel atas Lebanon, Palestina, dan mungkin negara-negara lain di sekitarnya. AS bisa menghentikan perang itu hari ini juga jika memang ada kemauan politik Gedung Putih. Ini sekaligus membantah asumsi bahwa tidak ada pihak yang bisa menghentikan Israel dalam agresi kali ini, tidak PBB, Uni Eropa, Liga Arab, atau AS.

Sebab, sudah ada preseden di zaman pemerintahan Reagan di tahun 1981. Saat itu, Isreal menjajah Lebanon. Reagan menghentikan bantuan militer dan membekukan penjualan senjata sembari menyelidiki apakah bantuan uang dan senjata-senjata dari AS itu digunakan semata-mata untuk membela diri dan menjaga ketahanan nasional.

Menurut UU Arms Export Control AS, bantuan militer hanya bisa diberikan kepada suatu negara dengan pertimbangan hanya digunakan untuk mempertahankan diri dan bukan untuk menginvasi negara lain. Bagi Berrigan, kini saatnya rakyat AS mendesak pemerintahnya untuk mengambil kebijakan serupa dalam menghentikan reaksi mesin perang Israel yang berlebih-lebihan atas penculikan dua prajuritnya.

Ditilik dari aspek teknologi militer, roket-roket Hizbullah tidaklah sebanding dengan rudal yang dimiliki Israel. Situasi yang terjadi di Lebanon saat ini dapat digambarkan sebagai perang tidak seimbang antara kecanggihan mesin perang modern dan sepasukan pejuang yang pantang menyerah meski memiliki persenjataan yang jauh lebih sederhana.

Menurut laporan, hingga pekan ketiga perang ini berlangsung, Hizbullah telah menembakkan lebih 1.000 roket ke sasaran-sasaran di utara Israel. Jumlah korban tewas di pihak Israel tercatat kurang dari 50 orang, umumnya tentara. Dengan mudah bisa disimpulkan, senjata-senjata tersebut tidak efektif sama sekali karena dibutuhkan sekitar 20 roket untuk satu korban jiwa. Sebaliknya, puluhan rudal canggih Israel telah memakan korban hampir 400 jiwa di pihak Lebanon, umumnya warga sipil. Belum lagi kalau kerusakan infrastruktur ikut diperhitungkan.

Karena itu Berrigan menuding pabrik senjata Lockheed Martin di Texas, Raytheon di Massachsetts, dan Boeing adalah perusahaan-perusahaan yang mendapat keuntungan dari aksi-aksi yang dilakukan militer Israel. Produk-produk mereka, mulai dari F-16, C-130, rudal Tomahawk, F-18 dan F-14, semuanya merupakan kunci keunggulan Israel atas negara dengan pertahanan lemah seperti Lebanon. Yang unik adalah bahwa Israel tidak perlu sepenuhnya membiayai semua petualangan perangnya, karena uang bantuan dari pajak orang AS yang diperoleh Israel setiap tahun, yang kemudian dibelanjakan ke perusahaan-perusahaan bersangkutan.

Kenyataan politik di Washington menunjukkan, Kongres kelihatannya mendukung aksi militer Israel kali ini. Sikap Gedung Putih, apalagi. Presiden Bush mengulang-ulang frasa klise yang bisa menyesatkan, 'Israel punya hak membela diri'. Frasa ini mengesampingkan latar belakang penculikan tentara Israel, baik yang dilakukan pejuang di Gaza maupun oleh Hizbullah di perbatasan Israel-Lebanon. Jika tidak diberi konteks, kalimat diplomatis Presiden Bush ini seolah-olah benar sebagaimana adanya. Faktanya, jauh panggang dari api.

Hukuman massal
Menurut Noam Chomsky, semuanya bermula di awal tahun ini ketika Hamas meraih kemenangan dalam proses demokrasi di Palestina. AS dan Israel secara serempak memutuskan untuk 'menghukum rakyat Palestina karena pilihannya yang salah'. Hukuman itu meliputi aspek finansial pemerintahan Hamas, menarik pasukan dan pemukim Israel dari wilayah Gaza dan menjadikannya sebagai penjara besar untuk orang Palestina. Israel juga menganeksasi tanah-tanah yang lebih subur dan kaya sumber air seperti Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Dalam wawancara dengan Democracy Now yang disiarkan 14 Juli 2006, Chomsky mengungkapkan, pada 24 Juni lalu, seorang dokter Palestina dan saudaranya diculik oleh tentara Israel. Tidak ada yang mengetahui bagaimana nasib mereka selanjutnya. Nama korban tidak diketahui, beritanya pun tidak terdengar sama sekali. Padahal, tindakan militer Israel itu merupakan pelanggaran hukum internasional yang sangat serius.

Berikutnya, seorang tentara Israel, namanya diumumkan ke seluruh dunia, Kopral Gilad Shalit, diculik orang di Gaza. Hamas dituding bertanggung jawab, dan mesin perang Israel pun bergerak kembali ke Gaza.

Dalam analisis Chomsky, ada dua motivasi di balik tindakan Hizbullah menculik dua tentara Israel lainnya di perbatasan Israel-Lebanon. Pertama, secara resmi disebutkan bahwa partai yang gigih melawan pendudukan Israel atas tanah-tanah Lebanon ini ingin melakukan pertukaran tawanan. Kedua, dan ini lebih masuk akal, Hizbullah ingin mengurangi tekanan atas Gaza dengan memaksa Israel berperang di dua front sekaligus.

Menurut penulis, tindakan Hizbullah harus dilihat dari konteks perjuangannya melawan agresi Israel. Masih banyak wilayah di utara Israel yang dalam pandangan Hizbullah, harus dikembalikan ke dalam kedaulatan Lebanon. Sikap Hizbullah seperti ini, mendapat tempat di hati rakyat Lebanon, sebagaimana tergambar dalam hasil pemilu di negara itu.

Sangat jelas fakta yang tergambar dari absennya tentara nasional Lebanon dalam mempertahankan diri dari gempuran Israel. Hizbullah lah kekuatan nyata pertahanan negara itu. Perdana Menteri Lebanon, Fuad Saniora, boleh marah-marah kepada Hizbullah sebagaimana tergambar dalam pelbagai wawancaranya dengan CNN, BBC, dan media lainnya. Tapi mengorbankan seluruh negara demi membiarkan Israel menghukum Hizbullah, adalah tindakan yang tidak mungkin diambil seorang kepala pemerintahan.

Sulit untuk menyimpulkan bahwa Perdana Menteri Saniora sengaja menahan tentaranya tidak membalas serangan Israel sebagai bentuk hukuman atas Hizbullah. Fakta sebenarnya adalah, kemampuan mempertahankan diri apalagi membalas serangan Israel jauh lebih banyak dimiliki oleh Hizbullah daripada tentara nasional Lebanon.

Fakta inilah yang harus disadari semua pihak, terutama kita di Indonesia, agar tidak turut dalam kampanye global mendiskreditkan kelompok yang berjuang melawan penjajahan Israel dengan sebutan teroris. Dalam konteks Hamas dan Hizbullah melawan Israel, kalimat Reuters "one man's terrorist is another man's freedom fighter" tampaknya tidak dapat dipungkiri.


Fakta Angka

20 persen

Anggaran militer Israel yang dipasok Washington.

6,3 miliar
Dolar AS dana yang dibelanjakan Israel untuk membeli senjata ke AS per tahun, sejak George W Bush berkuasa.

20 roket
Senjata yang ditembakkan pejuang Hizbullah untuk membunuh satu tentara Israel.

republika/kamis,27juli

Keutamaan Bulan Rajab

Keutamaan Bulan Rajab


Assalamualaikum wr. wb.
Ustadz yang semoga dirahmati Allah SWT, alhamdulillah kita sudah masuk pada bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Pertanyaan yang ingin saya sampaikan adalah:
Amalan apa saja yang biasanya Rasul lakukan pada bulan tersebut? Karena saya mendengar dari seorang imam masjid kami biasanya Rasul salat sunat tiap tanggal 1 dan berpuasa pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Yang terkesan buat saya agak berlebihan. Maaf kalau pengetahuan agama saya masih kurang.

Atas jawaban ustad saya ucapkan terima kasih.

Asep Suryadi
asury at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, Allah SWT melarang peperangan dan ini merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Allah Swt berfirman:

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi'i, Imam An-Nawawi berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, "Tidak ada keterangan yang tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan. Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Ramadhan). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah SAW menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk salah satunya."

Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rasulullah SAW.

Sayangnya, entah bagaimana prosesnya, justru sebahagian kaum muslimin berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai keutamaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut. Di-antara contoh-contoh amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:
  1. Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rojab.
  2. Mengadakan shalat khusus pada malam Jum'at minggu pertama bulan.
  3. Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
  4. Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra' dan Mi'raj).
  5. Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
  6. Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
  7. Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
  8. Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
  9. Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
  10. Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
  11. Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
  12. Umrah khusus di bulan Rajab.
  13. Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.
Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang shahih.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. dijelaskan bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:

“Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Romadhoon” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar).

Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:

Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW ) dan Ramadhan adalah bulan ummatku

Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan bahwa para muhadditsin telah mengatakan kemungkaran dan kepalsuan hadits ini dalam fatwa kontemporer beliau.

Dalam kitab Iqthidho Shirotil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidho Shirothil Mustaqim, 2/624)

Ibnu Hajar Al-Asqalani secara khusus telah menulis masalah kedha'ifan dan kemaudhu'an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab.“ Di dalamnya beliau menulis, "Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shahih yang dapat dijadikan hujjah."

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada satu keterangan pun yang dapat dijadikan hujjah yang menunjukkan tentang keutamaan bulan Rajab. Baik itu berkaitan tentang keutamaan shaum di bulan tersebut, shalat pada malam-malam tertentu atau ibadah-ibadah yang lainnya yang khusus di lakukan pada bulan Rajab.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahmad Sarwat, Lc. eramuslim

Laksamana Cheng Ho

Laksamana Cheng Ho


Seri Kisah dan Hikmah

Laksamana Cheng Ho

Pendahulu Colombus dan Vasco Da Gama ini pernah singgah dan bertabligh akbar di Surabaya

Petualang Christophorus Columbus dikenal hebat karena berhasil menemukan benua Amerika pada tahun 1492. Namun tahukah Anda bahwa ada penjelajah yang jauh lebih hebat? Dia adalah Laksamana Cheng Ho, seorang Tionghoa Muslim yang hidup sekitar 6 abad lalu.

Selama hidupnya, Cheng Ho atau Zheng He melakukan petualangan antarbenua selama 7 kali berturut-turut dalam kurun waktu 28 tahun (1405-1433). Tak kurang dari 30 negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika pernah disinggahinya. Pelayarannya lebih awal 87 tahun dibanding Columbus. Juga lebih dulu dibanding bahariwan dunia lainnya seperti Vasco da Gama yang berlayar dari Portugis ke India tahun 1497. Ferdinand Magellan yang merintis pelayaran mengelilingi bumi pun kalah duluan 114 tahun.

Ekspedisi Cheng Ho ke 'Samudera Barat' (sebutan untuk lautan sebelah barat Laut Tiongkok Selatan sampai Afrika Timur) mengerahkan armada raksasa. Pertama mengerahkan 62 kapal besar dan belasan kapal kecil yang digerakkan 27.800 ribu awak. Pada pelayaran ketiga mengerahkan kapal besar 48 buah, awaknya 27 ribu. Sedangkan pelayaran ketujuh terdiri atas 61 kapal besar dan berawak 27.550 orang. Bila dijumlah dengan kapal kecil, rata-rata pelayarannya mengerahkan 200-an kapal. Sementara Columbus, ketika menemukan benua Amerika 'cuma' mengerahkan 3 kapal dan awak 88 orang.

Kapal yang ditumpangi Cheng Ho disebut 'kapal pusaka' merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjangnya mencapai 44,4 zhang (138 m) dan lebar 18 zhang (56 m). Lima kali lebih besar daripada kapal Columbus. Menurut sejarawan, JV Mills kapasitas kapal tersebut 2500 ton.

Model kapal itu menjadi inspirasi petualang Spanyol dan Portugal serta pelayaran modern di masa kini. Desainnya bagus, tahan terhadap serangan badai, serta dilengkapi teknologi yang saat itu tergolong canggih seperti kompas magnetik.


Mengubah Peta Pelayaran Dunia


Dalam Ming Shi (Sejarah Dinasti Ming) tak terdapat banyak keterangan yang menyinggung tentang asal-usul Cheng Ho. Cuma disebutkan bahwa dia berasal dari Provinsi Yunnan, dikenal sebagai kasim (abdi) San Bao. Nama itu dalam dialek Fujian biasa diucapkan San Po, Sam Poo, atau Sam Po. Sumber lain menyebutkan, Ma He (nama kecil Cheng Ho) yang lahir tahun Hong Wu ke-4 (1371 M) merupakan anak ke-2 pasangan Ma Hazhi dan Wen.

Saat Ma He berumur 12 tahun, Yunnan yang dikuasai Dinasti Yuan direbut oleh Dinasti Ming. Para pemuda ditawan, bahkan dikebiri, lalu dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Tak terkecuali Cheng Ho yang diabdikan kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (kini Beijing).

Di depan Zhu Di, kasim San Bao berhasil menunjukkan kehebatan dan keberaniannya. Misalnya saat memimpin anak buahnya dalam serangan militer melawan Kaisar Zhu Yunwen (Dinasti Ming). Abdi yang berpostur tinggi besar dan bermuka lebar ini tampak begitu gagah melibas lawan-lawannya. Akhirnya Zhu Di berhasil merebut tahta kaisar.

Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah.

Pelayaran luar biasa itu menghasilkan buku Zheng He's Navigation Map yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Jalur perdagangan Cina berubah, tidak sekadar bertumpu pada 'Jalur Sutera' antara Beijing-Bukhara.

Dalam mengarungi samudera, Cheng Ho mampu mengorganisir armada dengan rapi. Kapal-kapalnya terdiri atas atas kapal pusaka (induk), kapal kuda (mengangkut barang-barang dan kuda), kapal penempur, kapal bahan makanan, dan kapal duduk (kapal komando), plus kapal-kapal pembantu. Awak kapalnya ada yang bertugas di bagian komando, teknis navigasi, militer, dan logistik.

Berbeda dengan bahariwan Eropa yang berbekal semangat imperialis, armada raksasa ini tak pernah serakah menduduki tempat-tempat yang disinggahi. Mereka hanya mempropagandakan kejayaan Dinasti Ming, menyebarluaskan pengaruh politik ke negeri asing, serta mendorong perniagaan Tiongkok. Dalam majalah Star Weekly HAMKA pernah menulis, "Senjata alat pembunuh tidak banyak dalam kapal itu, yang banyak adalah 'senjata budi' yang akan dipersembahkan kepada raja-raja yang diziarahi."

Sementara sejarawan Jeanette Mirsky menyatakan, tujuan ekspedisi itu adalah memperkenalkan dan mengangkat prestise Dinasti Ming ke seluruh dunia. Maksudnya agar negara-negara lain mengakui kebesaran Kaisar Cina sebagai The Son of Heaven (Putra Dewata).

Bukan berarti armada tempurnya tak pernah bertugas sama sekali. Laksamana Cheng Ho pernah memerintahkan tindakan militer untuk menyingkirkan kekuatan yang menghalangi kegiatan perniagaan. Jadi bukan invasi atau ekspansi. Misalnya menumpas gerombolan bajak laut Chen Zhuji di perairan Palembang, Sumatera (1407).

Dalam kurun waktu 1405-1433, Cheng Ho memang pernah singgah di kepulauan Nusantara selama tujuh kali. Ketika berkunjung ke Samudera Pasai, dia menghadiahi lonceng raksasa Cakradonya kepada Sultan Aceh. Lonceng tersebut saat ini tersimpan di Museum Banda Aceh. Tempat lain di Sumatera yang dikunjungi adalah Palembang dan Bangka.

Selanjutnya mampir di Pelabuhan Bintang Mas (kini Tanjung Priok). Tahun 1415 mendarat di Muara Jati (Cirebon). Beberapa cindera mata khas Tiongkok dipersembahkan kepada Sultan Cirebon di Kesultanan Cirebon. Sebuah piring bertuliskan Ayat Kursi saat ini masih tersimpan baik di Kraton Kasepuhan Cirebon.

Ketika menyusuri Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada itu) sakit keras. Sauh segera dilempar di pantai Simongan, Semarang. Mereka tinggal di sebuah goa, sebagian lagi membuat pondokan. Wang yang kini dikenal dengan sebutan Kiai Jurumudi Dampo Awang, akhirnya menetap dan menjadi cikal bakal keberadaan warga Tionghoa di sana. Wang juga mengabadikan Cheng Ho menjadi sebuah patung (disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong), serta membangun kelenteng Sam Po Kong atau Gedung Batu.

Perjalanan dilanjutkan ke Tuban (Jatim). Kepada warga pribumi, Cheng Ho mengajarkan tatacara pertanian, peternakan, pertukangan, dan perikanan. Hal yang sama juga dilakukan sewaktu singgah di Gresik. Lawatan dilanjutkan ke Surabaya. Pas hari Jumat, dan Cheng Ho mendapat kehormatan menyampaikan khotbah di hadapan warga Surabaya yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Kunjungan dilanjutkan ke Mojokerto yang saat itu menjadi pusat Kerajaan Majapahit. Di kraton, Raja Majapahit, Wikramawardhana, berkenan mengadakan audiensi dengan rombongan bahariwan Tiongkok ini.


Muslim Taat

Sebagai orang Hui (etnis di Cina yang identik dengan Muslim) Cheng Ho sudah memeluk agama Islam sejak lahir. Kakeknya seorang haji. Ayahnya, Ma Hazhi, juga sudah menunaikan rukun Islam kelima itu. Menurut Hembing Wijayakusuma, nama hazhi dalam bahasa Mandarin memang mengacu pada kata 'haji'.

Bulan Ramadhan adalah masa yang sangat ditunggu-tunggu Cheng Ho. Pada tanggal 7 Desember 1411 sesudah pelayarannya yang ke-3, pejabat di istana Beijing ini menyempatkan mudik ke kampungnya, Kunyang, untuk berziarah ke makam sang ayah. Ketika Ramadhan tiba, Cheng Ho memilih berpuasa di kampungnya yang senantiasa semarak. Dia tenggelam dalam kegiatan keagamaan sampai Idul Fitri tiba.

Setiap kali berlayar, banyak awak kapal beragama Islam yang turut serta. Sebelum melaut, mereka melaksanakan shalat jamaah. Beberapa tokoh Muslim yang pernah ikut adalah Ma Huan, Guo Chongli, Fei Xin, Hassan, Sha'ban, dan Pu Heri. "Kapal-kapalnya diisi dengan prajurit yang kebanyakan terdiri atas orang Islam," tulis HAMKA.

Ma Huan dan Guo Chongli yang fasih berbahasa Arab dan Persia, bertugas sebagai penerjemah. Sedangkan Hassan yang juga pimpinan Masjid Tang Shi di Xian (Provinsi Shan Xi), berperan mempererat hubungan diplomasi Tiongkok dengan negeri-negeri Islam. Hassan juga bertugas memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan dalam rombongan ekspedisi, misalnya dalam melaksanakan penguburan jenazah di laut atau memimpin shalat hajat ketika armadanya diserang badai.

Kemakmuran masjid juga tak pernah dilupakan Cheng Ho. Tahun 1413 dia merenovasi Masjid Qinging (timur laut Kabupaten Xian). Tahun 1430 memugar Masjid San San di Nanjing yang rusak karena terbakar. Pemugaran masjid mendapat bantuan langsung dari kaisar.

Beberapa sejarawan meyakini bahwa petualang sejati ini sudah menunaikan ibadah haji. Memang tak ada catatan sejarah yang membuktikan itu, tapi pelaksanaan haji kemungkinan dilakukan saat ekspedisi terakhir (1431-1433). Saat itu rombongannya memang singgah di Jeddah.

Selama hidupnya Cheng Ho memang sering mengutarakan hasrat untuk pergi haji sebagaimana kakek dan ayahnya. Obsesi ini bahkan terbawa sampai menjelang ajalnya. Sampai-sampai ia mengutus Ma Huan pergi ke Mekah agar melukiskan Ka'bah untuknya. Muslim pemberani ini meninggal pada tahun 1433 di Calicut (India), dalam pelayaran terakhirnya. 

(shofy, pam; dari berbagai sumber)

Peran Wanita Sebagai Istri Idaman

Wanita idaman pria


Rabu,25 Juli 06/Thn-6
Seri : Anak dan Keluarga

Peran Wanita Sebagai Istri Idaman


Oleh : Ummu Ahmad - Al-Sofwah /usahamulia.net

Diantara kebahagian seorang suami adalah dikaruniainya isteri yang shalehah sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : 

"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau meman-dangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya (tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu." (HR. Ibnu Hibban dan lainnya dalam As-Silsilah ash-Shahihah hadits 282) 

Dalam sabdanya yang lain: 

"Dan isteri shalehah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-sebaik (harta) yang disimpan manusia." (HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman, Shahihul jami' 4285) 

Oleh karena itu isteri shalehah adalah idaman bagi setiap suami shaleh di setiap waktu dan tempat. Isteri idaman dia adalah wanita mukminah, wanita shalehah yang jiwanya sebagai cerminan ilmu syar'i yang hanif, aqidahnya murni, akhlaknya agung, dan perangainya baik, untuk mendapatkannya harus diperhatikan hal-hal berikut: 

CARA MEMILIH ISTRI IDAMAN 

• Memilih wanita karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : 

"Wanita itu dinikahi karena empat hal: Hartanya, keturunannya, kecantikan-nya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tangan-mu akan berdebu (miskin merana)." (HR.Al-Bukhari, Fathul Bari 9/132) 

Dengan memilih wanita idaman pria yang berasal dari lingkungan yang baik dan karakter yang benar-benar shalehah maka akan menghasilkan ketenangan dalam hidup berumah tangga. Karena adat kebiasaan dan gaya hidup suatu kaum sangat berpengaruh terhadap kepribadiannya. 

• Diutamakan yang gadis sebagai-mana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : 

"(Nikahilah)gadis-gadis sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit(qanaah). dan dalam riwayat lain "Lebih sedikit tipu dayanya". (HR.Ibnu Majah No.1816 dan dalam As Silsilah ash Shahihah , hadits No.623) 

• Diutamakan wanita yang subur atau tidak mandul, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : 

"Kawinilah wanita yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesung-guhnya aku bangga dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad 3/245 dari Anas, dikatakan dalam Irwaul Ghalil hadits ini shahih) 

AQIDAH ISTRI IDAMAN 

Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui ilmu-ilmu syar'i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu, sebagaimana riwayat dibawah ini: 

Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata kepada Rasulullah n: "Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: "Tidaklah seorang wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya: "Bagaimana kalau hanya dua?" Beliau menjawab: "Juga dua." (HR. Al-Bukhari No 1010) 

Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya misalnya: 

• Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik. 
• Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya. 
• Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya. 

Akhlak Isteri Idaman 

• Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur. 
• Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). 
• Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu. 
• Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga. 

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya." (HR. Muslim 4/157) 

ISTRI IDAMAN DI RUMAH SUAMINYA 

• Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendo-rong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah: "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah." (Al Ahqaf 15) 
• Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya. 
• Membantunya dalam ketaatan. 
• Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi. 
• Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga. 
• Bagus didalam mendidik anak. 
• Penampilan: 

• Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya. 

Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut: 
• Harus minta izin suami. 
• Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya. 
• Tidak memakai wangi-wangian. 
• Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar'i atau keperluan yang sangat mendesak. 

Maraji': Tarbiyatul Athfal fil Hadits Asy-Syarif, Khalid Ahmad Asy-Syanthot, Tarbiyatul Athfal fil Islam, Habsyi Fathullah Al-Hafnawiy

AL IKHLAS

surat al ikhlas


(Surat ke-12)
Memurnikan Keesaan Allah

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
1. Katakanlah: " Dia lah Allah, Yang Maha Esa ".
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu.
3. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
Surat pendek ini termasuk golongan Makiyah berintikan tauhid memurnikan keesaan Allah. Surat yang demikian penting, bahkan dalam suatu hadits shahih dinyatakan kandungannya menyamai 1/3 Al Qur'an, dan bersama dengan surat Al Kaafirun selalu dibaca Rasulullah dalam shalat fajar. Mengapa surat pendek ini demikian berkedudukan tinggi? Jawabnya sederhana saja, bahwa " Keesaan Tuhan " yang dikandung surat 4 ayat ini adalah misi syiar Rasulullah, inti aqidah Islam, yang terus diulang dengan tekanan-tekanan berbeda dalam Al Qur'an mulia.
Katakanlah: " Dia lah Allah Yang Maha Esa, yang bergantung padanya segala sesuatu, yang tak beranak dan tak diperanakkan, yang tak ada sesuatu setara denganNya ". Setelah ayat pertama, ayat-ayat yang menyusul hanyalah penjelas Keesaan Allah, penjelas logis yang menguatkan hakekat esa.
Surat ini mengandung nilai paling fundamental dari prinsif-prinsif dasar mengenai hakekat Islam yang agung. Nilai yang mengikat hati, membimbing, mengarahkan, dan menjadikan hati tegar terhadap berbagai tantangan hidup, tantangan dalam menghadapi lawan, tantangan dalam menghadapi kesusahan panjang yang meletihkan jiwa, dan tantangan dalam menghadapi kemenangan besar. Nilai keesaan Allah, Entitas Tunggal, Hakekat Tunggal, "Wujud Yang Esa".

Dia adalah "Wujud Yang Esa", yang ada sebelum waktu t=0 dan akan tetap ada melampaui waktu takberhingga. KeberadaanNya tanpa proses mengada, tidak diadakan dan menjadi, sehingga Dia bukan sesuatu yang baru muncul, karenanya mustahil menjadi tiada. Dia Esa, kekal, bukan fungsi waktu. Inilah Wujud Hakiki, Wujud Yang Esa, maka tidak ada hakekat selain hakekatNya dan tidak ada wujud selain wujudNya.

Maka setiap yang ada (maujud), selain dari padaNya, bergantung penuh kepadaNya, bersandar pada Wujud Hakiki itu. Selain dari Yang Esa adalah maujud, makhluk, hamba, budak yang tak dapat eksis tanpa bantuan, pertolongan, dan kasih-sayangNya.
Keesaan Allah menegaskan posisi Khalik-makhluk; Khalik yang tak bergantung dengan apapun, yang tidak memerlukan amal shaleh manusia, yang tidak memerlukan shalat dan ketaatan manusia dlsb; dan makhluk yang memerlukan Khalik, yang butuh penjagaan saat kegelapan datang, yang butuh perlindungan dari "was-was" yang datang menyelinap dan dapat menikam hati, yang butuh akan shalat dan taat, agar selalu berada pada jalan yang lurus, jalan para shiddiiqiin, jalan yang terjaga. Keesaan Allah pun menegaskan kewajiban makhluk pada Khalik, keterikatan antara seorang hamba dengan Tuan, dengan Pencipta. Hati makhluk mesti terikat dan hanya boleh mengikatkan diri pada Allah, bergantung hanya pada Allah dan merdeka terhadap yang lain, selain Allah. Loyal dan memberi loyalitas (wa'la) penuh hanya pada Allah, dan memutuskan/membebaskan (bara') dari keterikatan terhadap hawa nafsu, ketakutan akan lapar, kekurangan pakaian, penguasa lalim, dan keterikatan lain selain pada Allah.

Ketergantungan penuh pada Allah, Tuhan manusia (Rabbinnaas), penguasa manusia (Malikinnaas), Sesembahan manusia (Ilahinnaas), serta takut (roja'), cinta (mahabbah), dan menuju (ghoyyah) hanya pada Allah Rabbul alamin adalah konsekuensi logis dan menegaskan hakekat fitri eksistensi manusia. Sedang ajaran Al Islam pada dasarnya tak lain untuk mengembalikan manusia pada kondisi fitrahnya (hanif) ini.

Manakala kondisi fitri terjaga, maka segala jenis penghambaan; penghambaan manusia atas materi, penghambaan manusia atas manusia, dan penghambaan jenis lainnya tak akan menjadi pemandangan wajar di hari ini. Maka selamatlah hati dari setiap kabut tebal yang menutupi, dari segala gejolak, dan dari segala kecenderungan kepada selain Dia Yang Esa dalam Dzat dan Af'alNya. Hati menjadi selamat dari penggantungan diri pada sesuatu yang maujud (penguasa, materi dlsb).

Dikala hati telah melepaskan diri dari ketergantungan pada selain Hakekat Yang Esa, dan tidak merasa bergantung kepa Wujud Hakiki itu, maka di saat itu pulalah hati terbebas dari segala ikatan duniawi, dan merdeka dari segala tekanan material (dalam segala bentuknya). Bebas dari kecenderungan dan terlepas dari ketakutan. Maka tertancaplah ketenangan dalam hati, karena hati telah makrifat telah mengenal bahwa segala kecenderungan (mahabbah) yang dituntut terdapat di sisi Allah.

Kepada Allah lah ia mencari apa yang ia inginkan. Hati yang sudah makrifatullah, tak memerlukan pemuas nafsu, karena segala nafsu telah tertundukkan melalui saluran yang hak--keterikatan, kedekatan hubungan dengan Khalik. tak ada harap selain ridla Allah, tak ada damba selain jannah. Dan semuanya tercermin dalam da'wah dan sosok pribadi muslim yang utuh--jundullah. Agama ini menuntut manusia jalan dalam hakekat ini, berdiri atas dasar tersebut dalam menjalani hidup sebagai hamba, sebagai budak, dalam menjalankan tugas sebagai khalifah Allah. Inilah keyakinan akan Allah Yang Esa, Tuhan manusia, yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, yang tak beranak dan tak diperanakkan, dan yang tak ada seorang pun setara denganNya--tauhiddul aqidah.
Wallahua'lam bishowab
abu zahra

Persiapan Bulan Ramadhan

 
bulan ramadhan



*    Tips Persiapan Bulan Ramadhan    *    
"Tentunya ada diantara sahabat yang merasa kebingungan, mengenai apa-apa saja yang harus dan perlu  dipersiapkan menjelang puasa ramadhan. Untuk itu, bisa diterapkan persiapan-persiapan berikut ini :
*Pertama*, *I'dad Ruhi Imani, *yakni persiapan ruh keimanan.
Orang - orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang puasa Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban. Biasanya mereka berdoa : "*Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan*."

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah Melarang  kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan *(warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.

*Kedua, *adalah *I'dad Jasadi, *yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, Sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an, biasa bangun malam (*qiyamul-lail*), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung
dalam gerak dinamika masyarakat.
*Ketiga*, adalah *I'dad Maliya*h, yakni persiapan harta.
Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka Puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

*Keempat, *adalah *I'dad Fikri wa Ilmi, *yakni persiapan intelektual dan keilmuan*.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan *tashawur *(persepsi)yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan.  Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya,sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.

Aamiin.

Siapa teroris yang sesungguhnya ?

konspirasi yahudi


Fatwa Yahudi Izinkan Bunuh Anak-Anak dan Perempuan
Kamis, 20 Jul 06 08:36 WIB

Sebuah lembaga Zionis bernama Dewan Hakhom Tepi Barat dan Jalur Ghaza mengeluarkan fatwa ‘gila’ tentang pembunuhan. Dalam laporan yang dilansir harian terkenal Israel Yodiot Aharonoot, beberapa hari lalu, konspirasi yahudi dari dewan tersebut mengeluarkan fatwa yang memberi lampu hijau untuk ‘membunuh anak-anak dan kaum perempuan’ di Libanon dan Jalur Ghaza.

Fatwa tersebut dikeluarkan seiiring dengan gencarnya perlawanan dan aksi pembalasan yang dilakukan Libanon dan pejuang Palestina terhadap konspirasi yahudi tersebut. Secara tegas fatwa itu berbunyi, “Barangsiapa yang memberi belas kasihan kepada anak-anak di Ghaza dan Libanon, berarti ia secara langsung berlaku kasar terhadap anak-anak Israel.” Para Hakhom (istilah untuk tingkat agama tertinggi di dalam Zionis), mengajak seluruh rakyat Zionis untuk mengarah ke tembok ratapan, melakukan doa bersama agar mengeluarkan Israel dari krisis yang tengah dilewatinya.
Fatwa Yahudi yang menyerukan pembunuhan anak-anak dan kaum perempuan di Palestina ini bukan yang pertama kali. Sebelum ini, tepatnya September 2004, sebanyak 14 orang tokoh tinggi keagamaan Yahudi mengirimkan sebuah pesan kepada Perdana Menteri Israel pada waktu itu, Ariel Sharon, Menteri Perang Israel Shaol Mofaz, juga Kepala Angkatan Bersenjata Israel Mosye Yaloon, agar tidak tidak ragu-ragu membunuh warga sipil Palestina termasuk anak-anak dan kaum perempuan.
(na-str/pic)

AL FAATIHAH ayat ke-6 dan -7


surah al fatihah


" Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat "

Dalam terjemahan depag kata "tunjukilah" (ihdina) yang berasal dari kata "hidayaat" juga mempunyai makna memberi taufik. Orang-orang yang dianugerahkan ni'mat, dijelaskan dalam surat An Nisaa':69,
" ...orang-orang yang dianugerahkan ni'mat oleh Allah yaitu; nabi-nabi, para shiddiiqiin (yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang sholeh ",
Sedang mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat dalam catatan kaki terjemahan depag dimaksudkan sebagai semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Ayat penutup dari surah al fatihah, yang selalu kita baca saat shalat, merupakan do'a dan permohonan kita pada Allah Aza Wa'zala, agar Dia menunjuki kita jalan para nabi dan para shiddiqiin, para syuhada dan para sholihin, jalan yang lurus menghadap Allah, jalan yang mulia, jalan yang telah ditempuh Ibrahim AS, Isa putra Maryam, dan Muhammad SAW. Jalan seperti apakah ini ?

Jalan para nabi Allah adalah jalan yang mendaki lagi sukar, jalan yang banyak mengeluarkan banyak keringat dan darah, jalan yang penuh dengan celaan dari orang-orang yang suka mencela, jalan yang penuh fitnah dan dengki dari orang-orang yang suka memfitnah, jalan dimana makar, caci-maki, teror, tekanan, hasutan, dan bujuk-rayu menyesatkan merupakan duri-duri yang merealitas.

Jalan yang bukan saja kelaparan, kedinginan, dan kesengsaraan-kesengsaraan lain menghadang, namun juga jalan dimana was-was menyusup menikam hati dan mencekam jiwa. Jalan yang diliputi dengan perjuangan dan pengorbanan panjang, kesengsaraan dan penderitaan yang meletihkan jiwa, serta cobaan yang datang bertubi-tubi, sehingga dapat membuat jiwa bimbang, perasaan putus asa, dan hati menjadi goncang. Sebagaimana dilukiskan surat Al Baqarah:214,
"...Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta diguncangkan dengan bermacam-macam ujian sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman bersamanya, ' Bilakah datangnya pertolongan Allah ?' Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat "
Bayangkan ! betapa berat goncangan dan kesengsaraan dalam jalan ketaqwaan ini, sehingga Rasul dan para shiddiqiin, yang yakin akan kebenaran Rasul, sampai berkata " Bilakah pertolongan Allah ?" " Kapan pertolongan Allah datang ?".
Itulah jalan yang lurus, jalan yang kita mohonkan pada Allah, agar kita dianugerahkan untuk menapakinya. Do'a ini kita ulangi terus-menerus dalam shalat-shalat kita dengan lancardan kesadaran penuh, dengan sungguh-sungguh. benarkah kita telah sungguh-sungguh dan dengan penuh kesadaran ingin mengarungi jalan itu ? Fahamkah kita akan tajamnya duri di jalan itu ?

Islam, agama ini hanya memiliki satu jalan, jalan yang lurus, jalan ketaqwaan, jalan yang mengajak manusia untuk memerdekakan diri dari setiap ikatan yang tak bersumber pada ikatan ilahiah, jalan yang mengajak manusia untuk memberikan loyalitas penuh kepada Rabb, Khalik, dan Malik manusia. Jalan yang memuliakan manusia dan kemanusiaan, jalan yang menihilkan penghambaan manusia atas manusia, penghambaan manusia atas hawa nafsu, jalan yang aktif dan penuh motivasi, bukan jalan orang-orang yang mudah menyerah. Agama ini mengajarkan partisipasi aktif di dalam penegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab serta mengembalikan perikemanusiaan seluruhnya dari kelenyapannya.

Agama ini mengajarkan manusia untuk hidup dalam masyarakatnya, mengarahkan, dan berjuang untuk terus-menerus menentang arus yang mengarahkan pada kesesatan dan kerendahan. Inilah tugas kekhalifahan di bumi, tugas untuk hanya membesarkan nama Allah dan tidak nama selain Allah, tugas untuk hanya meninggikan nama Allah dan tidak yang lain, tugas untuk menjadi hamba, budak tak berharga, tugas untuk menjadi prajurit pembela agama Allah, pembela agama Allah hingga air mata menjadi kering, keringat menjadi asin, darah menjadi putih, pembela agama Allah dan mencari ridla Allah, meski sejuta orang menyatakan kita bodoh dan tak faham zaman. Inilah jalan yang lurus jalan para nabi dan shiddiiqiin.
Melepaskan diri dari tantangan dan hambatan, menghindar dari jalan yang terjal lagi mendaki amatlah mudah dan tidak sulit. Mengurung diri atau bertapa serta segala panteisme lain bukanlah khas agama ini. Agama ini penuh dengan sifat kepemimpinan, tampil kedepan, dan perjuangan, agama yang menilai tinggi usaha/ikhtiar/perjuangan. Agama yang siap menghadapi tantangan dan bukan lari dari medan laga kesengsaraan. Agama ini bukan agama untuk kaum pengecut atau pemberani gaya Don Quisot (yang tanpa perhitungan), namun agama yang telah dirancang Allah untuk ummat pilihan, yang akan meberi rakhmat kepada alam. Inilah agama yang lurus, agama Ibrahim AS, Agama Isa putra Maryam, dan agama Muhammad SAW.
Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang engkau beri ni'mat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan sesat. Tunjukillah kami jalan ketaqwaan, jalan yang Engkau ridhai. Kuatkanlah hati kami untuk menapakinya, mantabkanlah hati kami, dan masukanlah kami ke dalam golongan para shalihin, amien.
wallahu a'lam bishowab
wassalam,
abu zahra

Nilai Dunia Dalam Pandangan Rasullullah SAW


 
kisah rasulullah



Untuk lebih lega dalam memandang dunia dan menempatkan sesuai dengan proporsinya, mari kita simak bagaimana Kisah Rasullullah SAW menggambarkan dunia dalam berbagai hadist..:

1. Dunia adalah setitik air di tengah lautan
Al Mustaurid bin Syaddad ra berkata, Rasullullah SAW bersabda,"Tidaklah perbandingan dunia ini dengan, kecuali seperti orang yang memasukkan jarinya ke dalam lautan luas maka perhatikanlah yang tersisa." ( HR.Muslim)

2. Dunia lebih hina dari bangkai kambing kuper
Dari Jabir ra, Rasullullah SAW bersabda,"Demi Allah sungguh dunia ini lebih hina dalam pandangan Allah daripada bangkai kambing kuper dan cacat ini dalam pandangan kalian." (HR.Muslim)

3. Dunia adalah penjara mukmin dan surga bagi kaum kafir
Dari Abu Hurairah ra,ia berkata, Rasullullah SAW bersabda,"Dunia adalah penjara bagi orang - orang mukmin dan sebagai surga bagi orang - orang kafir."(HR.Muslim)

4. Dunia Ibarat sayap nyamuk
Sahl bin Sa'ad As Sa'idy ra. berkata, Rasullullah SAW bersabda,"Andaikata dunia ini bernilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya tidak akan diberikannya kepada orang kafir meski seteguk air."(HR.Tirmidzi)

5. Dunia ini terlaknat kecuali Dzikrulllah
Dari Abu Hurairah ra, saya mendengar Rasullullah bersabda,"Ketahuilah bahwa dunia terkutuk, dan semua yang ada di dalamnya adalah terlaknat, kecuali dzikrullah dan segala apa yang serupa dan sederajat dengan itu,dan orang alim yang mengerti serta orang yang mempelajarinya."(HR.Tirmidzi)

6. Hiduplah di dunia laksana Musafir..
Ibnu Umar ra, berkata,Rasullullah SAW memegang bahuku sembari Berkata,"Jadilah engkau di dunia ini bagaikan orang asing atau orang yang dalam perjalanan." Ibnu Umar sendiri berkata,"Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah mengharapkan akan hidup sampai pagi. Dan jika kamu pada waktu pagi janganlah menantikan sore. Pergunakanlah masa sehat itu untuk bekal masa sakit, dan masa hidup untuk bekal kematian."(HR.Bukhari)

7. Zuhudllah terhadap dunia
Dari Abdul Abbas Sahl bin Sa'ad As Sa'idy ra. yang berkata," Seorang laki - laki datang kepada Rasullullah dan berkata "Ya,Rasullullah tunjukkanlah suatu amal yang jika aku lakukan
maka aku dicintai Allah dan manusia" Nabi SAW menjawab "Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah kepada sesuatu yang dimiliki orang lain, niscaya setiap
orang akan mencintaimu."(HR.Ibnu Majah,dan lainnya,hadist hasan)

8. Menatap Orang yang berada di bawahnya
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasullullah SAW bersabda,"Lihatlah orang yang lebih menderita yang berada di bawahmu, dan  janganlah melihat orang yang ada di atasmu,karena demikian itu lebih tepat,supaya orang tidak meremehkan nikmat karunia Allah kepadamu." (HR.Bukhari-Muslim)

9. Siapkan Bekal Kematian
Abu Ya'la Syaddad bin Aus ra, berkata Rasullullah SAW bersabda,"Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya, dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati. Dan orang bodoh adalah orang yang selalu menurutkan hawa nafsunya dan berangan - angan kepada Allah.(HR.Tirmidzi)
--

"Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, tidak ada persatuan kecuali dengan keutamaan. Tidak ada keutamaan kecuali dengan ISLAM. Islam tidak bisa hidup tanpa da'wah. Da'wah tidak bisa berjalan kecuali dengan JIHAD. Dan jihad tidak bisa berjalan kecuali dengan landasan IMAN." (Umar bin Khotob)

"Hari - hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Jadikanlah hari - harimu sarat dengan amalan yang terbaik.Kesempatan itu akan segera lenyap secepat perjalanan awan, dan menunda - nunda perkerjaan tanda orang yang merugi. Dan barangsiapa yang bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya" (Ibnu Jauzy,Al Muhdisy)

Dulur, Setan Menggoda Sepakbola

Permainan Sepakbola


Taufik Wijaya - detikSport

Jakarta - Setahu saya, tidak satu pun kitab suci mengupas permainan sepakbola. Bukan itu saja, pada saat ini tidak satu pun negara di dunia ini yang meletakkan permainan sepakbola sebagai bagian dari dasar-dasar konstitusi mereka. Artinya, permainan sepakbola bukan seperti perempuan atau anak-anak yang hak-haknya perlu diperjuangkan atau dilindungi.

Namun, sesungguhnya, dewasa ini sepakbola telah menguasai sebagian waktu seorang manusia. Misalnya seorang penggila sepakbola akan menghabiskan waktunya buat menonton sepakbola minimal empat jam setiap pekan, baik secara langsung maupun dari siaran televisi.

Coba bandingkan waktu yang dihabiskan seorang muslim untuk salat. Seorang muslim rata-rata menghabiskan waktu selama 25 menit dalam melakukan lima jadwal salatnya dalam satu hari.

Bukan itu saja, sepakbola juga menyedot banyak biaya, mulai dari penonton, pemilik klub sepakbola hingga penyelenggara pertandingan.

Misalnya Stadion Gelora Sriwijaya di Jakabaring, Palembang, yang pembangunannya menelan biaya Rp50 miliar. Dana ini bila dijadikan biaya pendidikan, setidaknya dapat mencetak 100 doktor atau mencetak 1.000 sarjana atau 100.000 tamatan SLTA!

Buat seorang penggemar sepakbola, berapa pun biaya yang dikeluarkan pasti akan dipenuhinya. Dari membeli karcis, membeli t-shirt, membeli poster serta membeli pernik-pernik simbol pemain atau klub merupakan daftar belanjaan seorang penggila sepakbola.

Plus, saya juga sangat percaya, setiap kali pertandingan sepakbola digelar ada orang yang melakukan perjudian. Judi pemenang, judi sepak pojok, judi tendangan bebas, hingga judi kartu kuning atau kartu merah.

Lalu, pertanyaan kita; apa yang didapat dari sepakbola? Semua biaya dan waktu itu hanya buat menyaksikan sebuah bola diperebutkan 22 orang. Uniknya lagi, saat bola didapat bola itu kemudian disepak atau disundul kemudian dikejar lagi. Begitulah pekerjaan para pemain sepakbola selama 90 menit. Plus, para pemain sesekali berkelahi, marah, atau menangis.

Para pemain ini kemudian diberi gaji atau honor yang tidak kecil. Gaji mereka pun jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji seorang guru, dosen bahkan seorang pengarang, yang memeras otak selama bertahun-tahun membuat manusia menjadi cerdas atau mengetahui sesuatu yang selama ini tidak diketahuinya.

Raja Edward III dari Inggris pada abad ke-14 melarang rakyatnya bermain sepakbola. Titahnya: "Karena sering terjadi keributan di kota yang disebabkan oleh permainan sepakbola, yang menyulut berbagai bentuk kejahatan (evil), yang dilarang oleh Tuhan, kami memerintahkan dan melarang demi Raja, dengan ancaman hukuman."

Raja Edward III lebih menyukai rakyatnya latihan panahan untuk berperang, guna menghadapi ancaman serangan para musuhnya seperti Prancis.

Permainan sepakbola yang diyakini bermula dari sekelompok orang menendang kepala seorang perampok dari Denmark yang tertanggkap dan terbunuh di Inggris itu, dinilai pihak kerajaan Inggris suatu permainan yang sangat berbahaya dan kotor. Jadi, tidak heran seringkali rakyat Inggris saat itu ditangkap dan dihukum lantaran bermain sepakbola.

Anehnya, rakyat Inggris terus mempertahankan permainan ini. Jadi, tidak heran para raja selanjutnya terus membuat larangan bermain sepakbola. Seperti Ratu Elizabeth I yang menetapkan hukuman terhadap rakyatnya yang bermain sepakbola, seperti di penjara atau dikucilkan dari gereja.

Pada abad ke-17, larangan itu kian meningkat. Bukan hanya pemain yang dihukum, penontonnya pun demikian.

Nah, terlepas pada akhirnya sepakbola berkembang menjadi permainan yang lebih beradab atau fair, tuduhan Raja Edward III bahwa sepakbola dapat menyulut kekerasan yang dilarang Tuhan ada benarnya. Contoh di masa moderen ini yakni keributan antarpemain dan penonton antara pendukung El-Salvador dan Honduras dalam babak penyisihan Piala Dunia 1970 berakhir dengan perang kedua negara yang menewaskan ribuan orang.

Lalu, seperti juga ritual tahunan di Indonesia, setiap kali babak final Piala Liga Indonesia, akan terjadi kekerasan antarpendukung, terutama para pendukung klub-klub di Surabaya, Makasar, Jakarta, Bandung dan Malang. Contoh-contoh kekerasan lainnya dari sepakbola mungkin sering kita dengar atau baca.

Secara terminologi setan berasal dari kata "Syaithona" yang artinya jauh dari yang hak; atau siapa pun yang dirinya jauh dari yang hak atau kebenaran maka dinamakan setan.

Setan merupakan makhluk halus, kelompok bangsa rohani yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia kecuali atas izin Allah seperti yang dapat dilakukan para rasul. Sakin halusnya, setan dapat memasuki diri manusia termasuk peradaran darahnya, kecuali memasuki wilayah iman atai hati nurani manusia.

Dalam berbagai alkitab, setan dijelaskan paling suka dengan sifat-sifat tamak, kekerasan, munafik, berbohong, berdebat dan yang lebih penting bagi syetan seorang manusia lupa pada Tuhan dan kasih-Nya, terbuai dengan hawa nafsunya.

Dan, saya harap pada Juni 2006 ketika digelar turnamen sepakbola terbesar di dunia yakni Piala Dunia di Jerman, kita yang berada di Indonesia, khususnya para penggila pola sepakbola, jangan sampai tergoda setan. Sebab, sebagaimana sifat setan yang mampu masuk ke mana saja, termasuk ke dalam stadion sepakbola dan televisi, kita jangan kesetanan.

Misalnya kita jangan sampai menjual rumah buat berjudi, memukul istri yang terganggu oleh volume suara televisi, menangisi tim yang kalah melebihi rasa duka seperti jauh dari rasulallah, memuji para pemain sepakbola melebihi pujian pada Tuhan. Mungkin, tidak nikmat melepas nyawa di depan televisi ketika menyaksikan pertandingan sepakbola.

===

* Penulis adalah pekerja seni dan jurnalis, tinggal di Palembang.

Dikutip dari detiksport.com