Memuliakan Wanita


Rabi  bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi  dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi  bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat Al Jatsiyah. Ketika sampai pada ayat keduapuluh satu, ia menangis. Ayat itu artinya, \" Apakah orang-orang yang membuat kejahatan (dosa) itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka sama dengan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka itu! \" 

Seluruh jiwa Rabi  larut dalam penghayatan ayat itu. Kehidupan dan kematian orang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal shaleh itu tidak sama! Rabi  terus menangis sesenggukan dalam shalatnya. Ia mengulang-ngulang ayat itu sampai terbit fajar. 

Kesalehan Rabi  sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering menjadikan Rabi  sebagai profil pemuda alim yang harus dicontoh oleh anak-anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi  juga ramah. Wajahnya tenang dan murah senyum kepada sesama. 

Namun tidak semua orang suka dengan Rabi . Ada sekelompok orang ahli maksiat yang tidak suka dengan kezuhudan Rabi . Sekelompok orang itu ingin menghancurkan Rabi . Mereka ingin mempermalukan Rabi  dalam lembah kenistaan. Mereka tidak menempuh jalur kekerasan, tapi dengan cara yang halus dan licik. Ada lagi sekelompok orang yang ingin menguji sampai sejauh mana ketangguhan iman Rabi . 

Dua kelompok orang itu bersekutu. Mereka menyewa seorang wanita yang sangat cantik rupanya atau bisa dibilang wanita tercantik. Warna kulit dan bentuk tubuhnya mempesona. Mereka memerintahkan wanita itu untuk menggoda Rabi  agar bisa jatuh dalam lembah kenistaan. Jika wanita cantik itu bisa menaklukkan Rabi , maka ia akan mendapatkan upah yang sangat tinggi, sampai seribu dirham. Wanita itu begitu bersemangat dan yakin akan bisa membuat Rabi  takluk pada pesona kecantikannya. 

Tatkala malam datang, rencana jahat itu benar-benar dilaksanakan. Wanita itu berdandan sesempurna mungkin. Bulu-bulu matanya dibuat sedemikian lentiknya. Bibirnya merah basah. Ia memilih pakaian sutera yang terindah dan memakai wewangian yang merangsang. Setelah dirasa siap, ia mendatangi rumah Rabi  bin Khaitsam. Ia duduk di depan pintu rumah menunggu Rabi  bin Khaitsam datang dari masjid. 

Suasana begitu sepi dan lenggang. Tak lama kemudian Rabi  datang. Wanita itu sudah siap dengan tipu dayanya. Mula-mula ia menutupi wajahnya dan keindahan pakaiannya dengan kain hitam. Ia menyapa Rabi , 

\" Assalaamu alaikum, apakah Anda punya setetes air penawar dahaga? \" \" Wa alaikumussalam. Insya Allah ada. Tunggu sebentar.\" Jawab Rabi  tenang sambil membuka pintu rumahnya. Ia lalu bergegas ke belakang mengambil air. Sejurus kemudian ia telah kembali dengan membawa secangkir air dan memberikannya pada wanita bercadar hitam. 

\" Bolehkah aku masuk dan duduk sebentar untuk minum. Aku tak terbiasa minum dengan berdiri.\" Kata wanita itu sambil memegang cangkir. Rabi  agak ragu, namun mempersilahkan juga setelah membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Wanita itu lalu duduk dan minum. Usai minum wanita itu berdiri. Ia beranjak ke pintu dan menutup pintu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu ia membuka cadar dan kain hitam yang menutupi tubuhnya. Ia lalu merayu Rabi  dengan kecantikannya. 

Rabi  bin Khaitsam terkejut, namun itu tak berlangsung lama. Dengan tenang dan suara berwibawa ia berkata kepada wanita itu, \" Wahai saudari, Allah berfirman, \" Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. \" Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?! 

\" Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?! 

\" Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?! \" 

Suara Rabi  yang mengalir di relung jiwa yang penuh cahaya iman itu menembus hati dan nurani wanita itu. Mendengar perkataan Rabi  mukanya menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya meleleh. Ia langsung memakai kembali kain hitam dan cadarnya. Lalu keluar dari rumah Rabi  dipenuhi rasa takut kepada Allah SWT. Perkataan Rabi  itu terus terngiang di telinganya dan menggedor dinding batinnya, sampai akhirnya jatuh pingsan di tengah jalan. Sejak itu ia bertobat dan berubah menjadi wanita ahli ibadah. 

Orang-orang yang hendak memfitnah dan mempermalukan Rabi  kaget mendengar wanita itu bertobat. Mereka mengatakan, \" Malaikat apa yang menemani Rabi . Kita ingin menyeret Rabi  berbuat maksiat dengan wanita cantik itu, ternyata justru Rabi  yang membuat wanita itu bertobat! \" 

Rasa takut kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya. Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah SWT. Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus shalat, bertasbih, berzikir dan puasa. Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan sujud menghadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kerontang seperti batang korma terbakar di tengah padang pasir. 

Sumber : Buku \" Di Atas Sajadah Cinta. Kisah-Kisah Teladan Islami Peneguh Iman dan Penenteram Jiwa - Habiburrahman El Shirazy \"

Waqfah di Awal Tahun 1428

Doa awal tahun

Oleh: Ibnu Jarir, Lc


Segala puji hanya bagi-Mu ya Allah, Engkau Maha membolak-balikkan hati hamba-hamba-Mu, kokohkan hati kami agar tetap dalam dien-Mu.

Cobalah berhenti sejenak, dari setumpuk aktivitas kita, dari sekian banyak pekerjaan kita, dari kepenatan pikiran kita, dari kesibukan yang terus memadat, seakan tiada henti.

Cobalah berhenti sejenak, sejenak saja. Cobalah sejenak untuk melupakan segala permasalahan yang tengah mendera. Lupakan sejenak. Lepaskan diri dari beban kepenatan itu.

Renungkan kembali hari-hari yang kita lalui. Renungkan. Rekam kembali apa yang telah kita lakukan selama ini. Rekamlah, lalu renungkan.apa yang kita cari sebenarnya dalam hidup ini? Apa yang kita kejar? apa yang kita buru? apa yang telah membuat kita puas? Apa yang telah membuat kita bahagia?

Mungkin di antara kita ada yang telah berhasil menggenggam dunia ini dengan kemegahan, kebanggaan, kepuasan, kenikmatan. Mungkin juga ada di antara kita yang masih harus bersusah payah untuk mendapatkannya. Terserahlah, siapa pun kita, apapun yang kita sandang hakikatnya adalah sama.

Segala yang kita miliki, yang kita sandang, tak lebih dari atribut kehidupan, itu semua sekedar ujian. Seberapa kita telah memanfaatkannya, menyalurkannya, mengaryakannya dan mendedikasikannya untuk panggung kehidupan duniawi ini.

Sungguh beruntung orang-orang yang hatinya selalu diiringi niat yang lurus. Merekalah orang-orang kaya yang tak pernah terlihat tumpukan hartanya, sederhana hidupnya, karena kekayaannya didedikasikan di jalan Allah dalam bentuk karya, yakni tertegaknya kebenaran dan kesejahteraan sesama.

Merekalah orang-orang miskin tapi tidak pernah miskin karena ikhtiarnya untuk lurus dan jujur tak pernah luntur, tetap berusaha dengan niat tulus, tidak luntur oleh gegap gempitanya keramaian zaman yang kian tidak karuan dan kezhaliman yang merajalela.

Niatan hati adalah penyuci kerja, kerja bukan lagi sekedar kesibukan, pelepas kewajiban pencarian nafkah ataupun perburuan materi, tetapi naik tingkatnya menjadi ibadah, pengabdian, keluhuran dan kemulyaan.

Niatlah motivator awal ketaatan ataupun pelanggaran terhadap rambu-rambu jalan hidup dan kehidupan yang mengarahkan kita pada apa yang hendak dicapai.

Mari kita mulai di awal tahun 1428 H ini dengan doa awal tahun dan kembali menata niat, agar eksistensi kita, kesalehan kita, di manapun dan kapan pun, dapat berdaya guna bagi kemaslahatan dan peradaban ummat, bagi pembangunan akhlak,…bagi seluruh aspek hidup dan kehidupan di hamparan alam fana ini dalam kontek rahmatan lil ‘alamin.

Masuk Islam lantaran celana dalam

Masuk Islam

Mungkin kedengaran aneh dan janggal. Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk islamnya seorang non muslim kedalam islam di sebabkan hal-hal luar biasa dan penting. Seperti dokter Miller seorang penginjil Kanada yang masuk islam setelah menjumpai I’jaz Qur’an dari berbagai segi.Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Ya,…masuk islam gara-gara pakaian dalam!!

Fakta ini dikisahkan Doktor Sholeh Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris. Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian para mahasiswa Inggris termasuk pakaian dalam mereka.

Suatu hari wanita tua ini menceritakan keheranannya selama bertugas pada Doktor Sholeh, perihal adanya pakaian dalam yang ‘aneh’. Ada beberapa pakaian dalam yang tidak berbau seperti mahasiswa umumnya, apa sebabnya? Maka ustadz ini menceritakan karena pemiliknya adalah muslim, agama kami mengajarkan bersuci setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka yang tidak perhatian dalam masalah seperti ini. Betapa terkesan ibu tua ini dan tidak lama kemudian ia mengikrarkan syahadat, masuk islam dengan perantaraan pakaian dalam!!!

Di kutip dari : Majalah Al-Qawwam edisi 15, dzul qa’dah 1427 H Badiah, Riyadh.

Pandangan Islam Terhadap Ilmu


Terpisahnya Ilmu Agama dan Ilmu Umum dewasa ini dengan mudah dapat terlihat dari terpisahnya lembaga pendidikan agama dan pendidikan umum. Di Indonesia misalnya kita mengenal Pondok Pesantren atau PGA dan IAIN sebagai institusi yang mengajarkan ilmu agama, sedangkan SD, SMP, SMA dan Universitas sebagai institusi yang mengajarkan ilmu umum.

Islam sebetulnya tidak mengenal adanya pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum, karena didalam Islam terdapat pola hubungan dan peranan yang saling terkait antara keduanya.

Ilmu menurut Islam tidak dapat dipisahkan dari sumbernya. Sumber ilmu tersebut adalah Al-'Alim (Maha Tahu) dan Al-Khabir (Maha Teliti). Hal ini dijelaskan dalam Al-Quranul Karim pada surat Al An'aam ayat 59: Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).


Karena sumber ilmu itu adalah Allah dan karena La-khaliqa-illa-Allah, maka ilmu itu disampaikan kepada manusia melalui dua jalur. Jalur pertama, disebut sebagai Atthariqah Ar-rasmiah, yaitu jalur formal/resmi. Ilmu yang disampaikan melalui jalur ini adalah ilmu formal sering disebut sebagai revelation (wahyu). Karena ilmunya ilmu formal, maka pembawanya juga merupakan pembawa formal yaitu Ar-rusul (rasul). Objek dari ilmu formal ini disebut Al-ayat Alqauliyah yang redaksinya juga formal (tidak ditambahi/dikurangi atau dirobah). Tujuan dari ilmu formal ini adalah minhaj-ul hayah (Pedoman Hidup). Dalam surat Al-Baqarah ayat 2 dijelaskan : Kitab (Al-Quran) ini tiada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. Karena sudah dijelaskan bahwa Al-Quran itu tiada keraguan didalamnya, maka nilai kebenaran yang dikandung oleh Al-Ayat-Alqauliyah ini adalah nilai Al-haqiqat Al-mutlaqah  (kebenaran mutlak).


Jalur kedua, disebut sebagai Atthariqah ghairu rasmiah (jalur informal). Pada jalur ini ilmu itu disampaikan melalui ilham (inspiration) secara langsung dan siapapun bisa mendapatkannya sesuai dengan iradat-Allah. Objek dari ilmu informal ini adalah Al-ayat Alkauniah dan tujuannya adalah wa sailul hayah (perbaikan sarana hidup). Adapun nilai kebenaran ilmu yang diperoleh pada jalur ini disebut sebagai  Al-haqiqah attajribiah (kebenaran eksperimental) atau empiris.

Walaupun jalur memperolehnya  berbeda namun pada dasarnya kedua jalur ini saling berkaitan satu dengan lainnya. Al-ayat Alqauliyah merupakan isyarat ilmiah terhadap Al-ayat Alkauniyah, sedangkan Al-ayat Alkauniyah merupakan Al-burhan (memperkaya penjelasan) terhadap Al-ayat Alqauliyah. Kedua jalur ini akhirnya bermuara pada kemaslahatan manusia.


Pada dasarnya Al-ayat-Alqauliyah yang tertera didalam Al-Quran sekurang-kurangnya memiliki 3 macam isyarat. 

Pertama, disebut isyarat ilmiah, yang memerlukan sikap ilmiah (riset) untuk mendalaminya. 

Kedua, disebut isyarat ghaibiyah (gaib), yang memerlukan sikap beriman untuk memahaminya. 

Dan ketiga, disebut sebagai isyarat hukmiyah (hukum) yang memerlukan sikap kesediaan untuk mengamalkannya. 

Kadang-kadang sering terjadi kerancuan dalam bersikap terutama dalam menangkap ketiga jenis isyarat tersebut. Misalnya isyarat hukmiyah ditanggapi secara ilmiah, contohnya larangan memakan babi. Sering kita terjebak dengan membuang-buang waktu untuk melakukan riset tentang babi ini dalam kerangka membuktikan larangan Allah tersebut. Yang jelas ada atau tidak ada hasil riset tentang babi itu larangan memakan babi itu tetap adanya. 

Begitu juga isyarat ghaibiyah. Walaupun sudah dijelaskan didalam Al-Quran bahwa tentang yang ghaib ini pengetahuan manusia terbatas pada apa yang disampaikan Allah didalam Al-Quran, tetapi masih ada orang yang mencoba melakukan riset (me reka-reka) tentang isyarat gahibiyah ini. Dan yang lebih parah lagi begitu banyaknya isyarat ilmiah di dalam Al-Quran, namun sikap ilmiah dalam memahami isyarat ini tidak muncul sehingga ummat Islam tertinggal dalam memahami Al-ayat Alkauniyah.

Demikianlah salah satu topik pembicaraan yang disampaikan oleh Bang Ihsan Tanjung tentang ilmu didalam Islam (yang terekam oleh penulis) sewaktu beliau berada di Pittsburgh.

Jika ada kekurangan ataupun penambahan dari yang aslinya, maka semua itu datang dari penulis sendiri.

Wabillahi taufiq wal-hidayah.

Wassalam,

(Chairil A. Said)


------------

Hukum Berqurban

Hewan Qurban

Qurban adalah penyembelihan binatang ternak yang di laksanakan atas perintah Alloh Subhanahu wa Ta'ala dengan tujuan taqarrub (pendekatan) kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala pada hari Iedul Adha/Qurban sampai akhir hari-hari tasyriq diambil dari kata dhahwah disebut awal waktu pelaksanaan yaitu dhuha (lisanul Arab 19:211, mu'jam Al-Wasith 1:537).


Hewan qurban biasanya adalah unta, sapi dan kambing. Alloh Subhanahu wa Ta'ala mensyariatkan berqurban dalam firmanNya, yang artinya: "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2). Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat Allah.

Dan firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya: "Dan kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi'ar Alloh." (QS Al-Hajj: 36)

Hukumnya adalah sunnah muakkad, bagi yang mampu, sebagaimana hadits beliau riwayat Anas radhiallaahu anhu, bahwa Nabi ShallAllohu alaihi wa salam berkurban dua kambing yang bagus, bertanduk, beliau menyembelih keduanya sendiri dengan tangan beliau, menyebut nama (asma Alloh) dan bertakbir. (HR: Al-Bukhari dan Muslim). 

Adapun orang yang menghukumi wajib dengan dasar hadits, yang artinya: "Siapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati masjidku." (HR: Ahmad dan Ibnu Majah). 

Hadits ini derajatnya dha'if dan tidak bisa dijadikan hujjah, karena ada perowinya yang dha'if yaitu Abdullah bin Iyasy sebagaimana diterangkan oleh Abu Daud, An-Nasa'i dan Ibnu Hazm (Ibnu Majah 2: 1044, Al-Muhalla 8:7).

Imam Syafi'i berkata: Andaikan berkurban itu wajib maka tidaklah cukup bagi satu rumah kecuali mengurbankan setiap orang satu kambing atau untuk tujuh orang satu sapi, akan tetapi karena tidak berhukum wajib maka cukuplah bagi seorang yang mau berkurban jika menyebutkan nama keluarga pada kurbannya ... dan jika tidak menyebut-kannya pun tidak berarti meninggalkan kewajiban (Al-Umm 2: 189).

Para sahabat kami berkata "Andaikan kurban itu wajib maka tidaklah gugur (kewajiban itu) jika kelewatan waktunya, kecuali dengan diganti (ditebus) seperti shalat berjamaah dan kewajiban lainnya, para ulama madhab Hanafi juga sepakat dengan kami (madhab Syafi'i) bahwa kurban tidak berhukum wajib (Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab: 8: 301)

(Sumber Rujukan: Min Ahkamil Udhiyyah, Asy-Syaikh Al-Utsaimin) MediaMuslim.Info -

Wanita berobat ke dokter laki-laki


Tanya jawab


Nasehat seputar problematika wanita dan dokter laki-laki


Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : "Apa pendapat yang mulai Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam masalah wanita yang sering dipertanyakan dan menyulitkan kaum muslimin, yaitu masalah wanita dengan dokter laki-laki. Apa nasehat anda bagi para saudari-saudari muslimah tentang masalah ini ? Dan apa saran anda untuk pemerintah ?

Jawaban.

Tidak diragukan lagi bahwa problematika seorang wanita dengan dokter laki-laki adalah problematika yang penting dan sesungguhnya hal tersebut banyak menyulitkan. Tetapi apabila Allah memberi ketakwaan dan akal kepada seorang wanita, maka tentulah ia akan berhati-hati untuk menjaga dirinya dan memperhatikan masalah ini. Maka ia tidak boleh berdua-duan dengan dokter laki-laki dan seorang dokter laki-laki tidak diperbolehkan untuk berdua-duan dengannya.

Sesungguhnya telah ada peraturan pemerintah yang mengatur hal itu. Maka seorang wanita hendaknya memperhatikan masalah ini dan berusaha semampunya untuk mencari dokter wanita. Apabila ia bisa menemukan dokter wanita, maka -segala puji bagi Allah- dan dokter laki-laki tidak lagi dibutuhkan. Apabila ada kepentingan yang mengharuskannya mendatangi dokter laki-laki karena ketiadaan dokter wanita maka tidak ada larangan -ketika ada kepentingan- untuk membuka aurat dan mengobatinya dan ini termasuk perkara-perkara yang diperbolehkan ketika ada kebutuhan mendasar. Tetapi membuka aurat tidak bisa dilakukan hanya dengan berduaan namun harus ditemani mahramnya atau suaminya apabila yang dibuka adalah anggota badan yang luar seperti kepala, tangan, kaki, dan semisalnya.

Dan apabila yang dibuka adalah aurat, maka harus disertai dengan suaminya, apabila ia mempunyai suami atau wanita lain, dan ini lebih baik dan lebih selamat. Atau dengan kehadiran seorang perawat atau dua orang perawat, tetapi apabila ditemukan seorang wanita selain perawat maka hal tersebut akan lebih baik dan lebih terpelihara dari keraguan. Adapun berkhalwat dengan alasan yang demikian tidaklah diperbolehkan. 

[Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh Bin Baz, 5/392]

Kisah Fadhalah bin Umair

Fadhalah bin Umair

Kisah dan Hikmah

Kisah Fadhalah Jatuh Cinta


Pada saat peristiwa Fathu Makkah (penaklukkan Mekkah oleh pasukan kaum muslimin dibawah pimpinan Rasulullah SAW), ada seseorang di Mekkah yang berniat membunuh Rasulullah. Orang ini bernama Fadhalah bin Umair al-Laitsi. Dia bermaksud membunuh Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang thawaf di Ka'bah.


Untuk melancarkan niatnya itu, Fadhalah mencoba mendekat ke Rasul yang sedang thawaf. Ketika mendekat, tiba-tiba Rasulullah SAW menegurnya, "Apakah ini Fadhalah?"

"Ya, saya Fadhalah wahai Rasulullah SAW" jawab Fadhalah.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Rasulullah SAW.

"Tidak memikirkan apa-apa. Aku sedang teringat Allah kok" jawab Fadhalah.

Mendengar jawaban Fadhalah itu, Rasulullah SAW tersenyum dan berkata, "Mohonlah ampun kepada Allah..."

Kemudian Nabi SAW meletakkan tangannya di atas dada Fadhalah sehingga hatinya menjadi tenang.

Dari peristiwa itu, Fadhalah mengatakan "Begitu beliau melepaskan tangannya dari dadaku, aku merasa tak seorang pun yang lebih aku cintai daripada Beliau."

Setelah peristiwa itu menimpa Fadhalah, dia tidak jadi membunuh Rasulullah SAW dan segera pulang ke rumah. Ketika pulang ke rumah, dia melewati seorang wanita yang pernah dicintainya. Wanita itu memanggil dan mengajaknya berbicara. Tapi kemudian dari mulut Fadhalah keluar untaian bait-bait ini:



Dia berkata: Marilah kita ngobrol!

Tidak, jawabku.
Allah dan Islam telah melarangku
Aku baru saja melihat Muhammad
Di hari penaklukan, hari dihancurkannya semua berhala
Agama Allah itu sangat jelas dan nyata
Sedang kemusyrikan adalah kegelapan

Fadhalah jatuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Fadhalah jatuh cinta kepada Islam....

Anggur pada Jamu, Bolehkah?


Tanya Jawab


Anggur pada Jamu, Bolehkah? 


Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan yang namanya jamu. Tanaman obat ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik menjaga kesegaran tubuh, mengobati berbagai penyakit hingga memulihkan kesehatan sehabis melahirkan. Berbagai jenis jamu yang berasal dari tanaman obat saat ini ditawarkan oleh para produsen dengan khasiatnya masing-masing. Ada jamu pegal linu, jamu kesehatan laki-laki, jamu nyeri otot hingga jamu untuk ibu-ibu yang sedang mengalami masa persalinan sehabis melahirkan.

Bentuk jamu juga bermacam-macam. Kebanyakan berbentuk serbuk yang dibungkus dengan kertas atau plastik. Dalam bentuk serbuk ini ada yang masih berupa serbuk asli dari bahan-bahan jamu, ada juga yang sudah diekstrak komponen aktifnya menjadi jamu instan yang lebih mudah diseduh. Dalam bentuk serbuk ini tentu saja jamu tersebut harus dilarutkan dengan air dan bahan-bahan lainnya.

Namun perkembangan teknologi juga telah merambah dunia jamu. Dulu minum jamu memang harus penuh perjuangan, karena serbuknya yang kasar, rasanya pahit dan banyak endapan ketika dilarutkan. Saat ini jamu ada juga yang sudah berbentuk kaplet, tablet, kapsul hingga cairan yang tinggal diteguk. Kemasannyapun bermacam-macam dan sudah tidak bisa dibedakan dengan produk-produk obat modern.

Dengan perkembangan teknologi tersebut tentunya banyak bahan-bahan tambahan yang perlu dicermati dari segi kehalalan. Misalnya saja jamu yang berbentuk kapsul, perlu dikaji apakah kulit kapsul tersebut halal atau tidak. Sebab bahan dasar pembuatan kulit kapsul adalah gelatin yang bersumber dari tulang dan kulit binatang. Selain itu bahan perekat pada pembuatan tablet dan kaplet juga perlu diwaspadai. Ada yang menggunakan magnesium stearat yang merupakan turunan dari lemak.

Khusus untuk jamu yang berbentuk cair juga perlu dikaji kembali, apakah menggunakan alkohol ataukah tidak. Jamu yang berbentuk cair biasanya berasal dari ekstraksi bahan aktif dari bahan jamu. Proses ekstraksi ini selain menggunakan air juga kadang-kadang menggunakan alkohol. Pada jamu instan yang berbentuk bubuk, alkohol ini biasanya telah diuapkan hingga kering. Namun pada jamu yang berbentuk cair biasanya residu alkoholnya masih cukup tinggi, sehingga menjadikannya tidak halal.


Penyajian dengan anggur

Proses penghidangan jamu juga menjadi titik rawan yang perlu dicermati oleh konsumen. Ada orang yang bisa dan mau menyeduh sendiri jamu-jamu tersebut. Tetapi ada pula yang tidak mau repot dengan kegiatan tersebut. Oleh karena itu marak warung jamu yang sudah menyediakan jamu siap santap. Artinya proses penyeduhan dan penambahan bahan-bahan tambahan dilakukan oleh warung, sehingga konsumen tinggal menenggaknya.


Selain itu hal yang menarik pada tukang jamu toko dan tukang jamu gendongan adalah penambahan bahan-bahan lain yang diyakini ikut membantu meningkatkan efek dan khasiat jamu tersebut pada kesehatan. Bahan-bahan yang sering ditambahkan adalah telur, madu, beras kencur, dan anggur obat.

Telur yang sering dipakai oleh para tukang jamu adalah telur ayam kampung atau telur bebek. Dengan kandungan gizinya yang lengkap, telur ini memang dikenal luas sebagai makanan kesehatan yang memberikan efek kesehatan. Telur tersebut disajikan mentah atau setengah matang. Dari segi kandungan gizi, telur mentah memang lebih baik, karena proteinnya belum mengalami kerusakan (denaturasi). Namun pada kondisi saat ini dimana wabah virus flu burung cukup marak, penggunaan telur mentah ini perlu dikaji lagi.

Bahan yang sering dianggap obat dan banyak dikonsumsi masyarakat adalah anggur obat atau sering dikenal dengan nama anggur kolesom. Bahan ini adalah minuman fermentasi yang terbuat dari perasan buah anggur. Dari segi bahan dan proses pembuatan sama persis dengan pembuatan wine atau minuman keras yang berasal dari anggur. Hanya saja dalam minuman ini juga ditambahkan ramuan-ramuan lain yang dianggap berkhasiat bagi kesehatan.
Status hukum anggur obat ini sama dengan wine atau minuman keras lainnya. Ia termasuk dalam klasifikasi sebagai khamer yang dalam Islam hukumnya haram. Di dalamnya juga terdapat alkohol yang cukup tinggi, di atas 5 persen. Masyarakat sering keliru dan menganggapnya sebagai jamu biasa yang berasal dari buah-buahan. Penggunaan anggur ini tentu saja menjadikan status jamu yang tadinya halal menjadi haram.

Sebagian masyarakat masih menganggap anggur ini sebagai obat yang bisa dikonsumsi dalam keadaan darurat. Perlu difahami bahwa kondisi darurat dalam pengertian fiqih adalah suatu keadaan jika tidak mengkonsumsi barang tersebut maka nyawanya akan terancam. Pertanyaannya adalah, apakah dengan tidak mengkonsumsi anggur tersebut nyawa kita terancam? Menurut beberapa pengguna yang sering mengkonsumsi jamu beranggur ini, ia hanya memberikan efek hangat, sehingga badan menjadi lebih enak. Jika demikian halnya, maka status darurat sama sekali tidak bisa dikenakan untuk anggur pada jamu tersebut.

Pemahaman ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya para pengkonsumsi jamu yang cukup fanatik. Kalau minuman keras saat ini banyak di razia karena haram dan memabukkan, maka anggur obat ini keberadaannya tidak pernah digugat. Ia tetap eksis bersama para tukang jamu dan digemari oleh para pembeli yang tidak tahu. Apalah artinya badan segar jika harus mengkonsumsi minuman haram?

( Nur Wahid, auditor LPPOM MUI ) / republika

Tanpa AS dan Inggris, Timur Tengah Akan Aman


Jubir Pemerintah Iran, Gholam Hussein Elham, kemarin mengatakan, tanpa Amerika dan Inggris, kawasan Timur Tengah akan benar-benar aman

Hidayatullah.com--Jubir Pemerintah Iran, kemarin dalam Konferensi Pers mingguannya di depan para wartawan mengatakan, tanpa Amerika dan Inggris, dipastikan kawasan Timur Tengah akan benar-benar aman. "Kawasan Timur Tengah akan mampu mengembangkan kebebasan, keamanan, serta mencapai kemajuan di bidang kebudayaan dan peradaban, " ujar Elham.

Elham juga menekankan bahwa AS harus mengakhiri kehadiran ilegalnya di Iraq. Apalagi setelah terbentuknya pemerintahan sah dan lembaga-lembaga hukum serta disahkannya konstitusi Iraq, maka ilegalitas kehadiran AS di negara ini semakin nyata.

Seraya menekankan bahwa AS harus menebus berbagai kekeliruannya di Iraq, ia berkata, "Jika AS angkat kaki dari Iraq maka rakyat Iraq akan mampu mengelola segala urusan negaranya sendiri. Sementara itu, seharusnyalah para pejabat AS menunjukkan komitmen terhadap kaedah-kaedah politik dan moral."

Berkenaan dengan vonis pengadilan Iraq untuk Saddam, Elham mengatakan, pihaknya berharap tak akan ada tekanan-tekanan untuk mencegah pelaksanaannya.

Seraya menekankan bahwa AS merupakan pendukung Saddam yang terbesar dalam melaksanakan berbagai kejahatannya, Elham menyatakan harapannya bahwa hukuman yang adil dan sah akan diberlakukan terhadap penjahat Iraq, dan hendaknya Saddam dan AS sama-sama dibuang dari kehidupan rakyat negara tersebut.

Elham juga menyampaikan sikapnya menyangkut energi nuklir sipil. Menurutbnya, "Tehran memiliki logika dan argumentasi yang kokoh, dan dalam membela sikap-sikapnya, Iran berdiri di atas peraturan-peraturan yang berlaku. Untuk itu Iran sama sekali tidak mengkhawatirkan reaksi dunia terhadap sikap-sikapnya ini."

Elham juga menekankan bahwa AS harus menghindari penyalahgunaan lembaga-lembaga hukum sebagai alat penekan dan ancaman. Katanya, dunia tengah bergerak ke arah perilaku legal dan adil. Untuk itu, Iran berada di atas jalan yang lurus, sama sekali tidak memerlukan langkah-langkah ilegal.

Jubir Pemerintah Iran juga menyinggung kemenangan Daniel Ortega, tokoh yang memiliki kebijakan bertentangan dengan politik AS, dalam pemilu di Nikaragua. Tambahnya, "Kami berharap AS, dan siapa pun yang berniat memaksakan kekuasaannya di dunia dengan segala cara, akan mengambil pelajaran dari sikap dan cara berpikir bangsa-bangsa lain." [irib]

Ramai-Ramai Tolak Kehadiran Bush

 
Organisasi massa Islam menolak kedatangan Presiden Bush ke Indonesia. Ustad Abubakar Ba'asyir menganggap, “haram” berhubungan dengan Bush
 
Hidayatullah.com--
Aksi menolak Presiden AS George Walker Bush ke Indonesia terus berdatangan. Rabu (8/11) kemarin, sejumlah pimpinan organisasi massa Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) menemui pimpinan DPR di Jakarta, mereka menyampaikan penolakan atas kunjungan Bush ke Tanah Air pada 20 November mendatang.

Selain FUI, sejumlah elemen masyarakat juga menemui DPR. Mereka adalah FBR dan beberapa LSM. Di depan Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma'arif dan Soetardjo Soejoguritno yang mewakili pimpinan DPR, mereka menyampaikan protes atas rencana kedatangan Presiden AS tersebut.

“Apa urgensinya Indonesia menerima atau bahkan mengundang Presiden AS untuk datang ke Indonesia, padahal jelas negara itu telah memusuhi bangsa ini,'' kata Wakil Forum Umat Islam (FUI), Achmad Sumargono.

Menurutnya, dalam sebuah kajian Bush disebut-sebut telah melakukan pembunuhan terhadap 655.000 warga Iraq sejak 2003 hingga detik ini. ''Lalu, apalagi yang diharapkan dari Bush,'' ujar Margono.

Selain FUI dan elemen masyarakat, Pimpinan Ponodok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Ustad Abubakar Ba'asyir dikabarkan telah berbicara kepada pimpinan DPR melalui sambungan telepon yang menyampaikan keberatan, Ustad Abu, begitu kerap dipanggil mengatakan perlunya bangsa ini memutuskan hubungan dengan AS.

''Karena, bangsa Amerika terutama Presiden Bush harus dilawan, sehingga haram berhubungan dengan orang semacam itu,'' katanya dikutip koran Suara Merdeka.

Sejumlah ormas Islam itu menganggap tidak ada pentingnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Bush sebagai tamu kehormatannya. Apalagi kedatangan Presiden AS itu justru merugikan masyarakat, bahkan menjadi beban keuangan negara.

Kepada Wakil Ketua DPR Soetardjo Soeryogoeritno dan Zaenal Ma'arif ormas Islam itu membawa poster dan topeng yang menggambarkan penolakan terhadap Bush. Niatan itu disambut baik Soetardjo dengan memeragakan menjewer topeng Bush.

Penolakan yang sama juga disampaikan para mahasiswa di Bandung, Jawa Barat, dan di Makassar, Sulawesi Selatan. Para mahasiswa di kedua kota itu menyatakan penolakan dengan cara menggelar unjuk rasa.

Senada dengan organisasi Islam dan mahasiswa, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma’arif juga merasa kurang “sreg” menilai kedatangan presiden negara adikuasa tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali.

"Justru banyak ruginya," cetusnya dalam jumpa pers di gedung DPR Senayan Jakarta kemarin. Sepanjang sejarah, perekonomian negara-negara dunia ketiga yang sempat dikunjungi Bush malah terpuruk.

Dia mencontohkan, sejak zaman reformasi bergulir, tidak ada satu pun investor besar baru dari Amerika Serikat yang menanamkan modalnya di Indonesia. Semuanya hanya memperpanjang kontrak karya dengan pemerintah dan menguasai sumber daya energi lokal.
Langkah terakhir yang bisa dilakukan, lanjut Zaenal, adalah meminta kepada Kedutaan Besar Amerika di Indonesia untuk segera membatalkan kunjungan tersebut.

"Tidak akan ada ruginya kalau kunjungan tersebut batal," tandasnya. Bahkan, citra SBY bakal naik kalau pemerintah berani membatalkan rencana kunjungan itu.

Pihaknya juga telah menerima surat permohonan dari sejumlah ulama dan LBH yang meminta DPR memelopori penolakan terhadap rencana kedatangan Bush. Surat tersebut langsung dikonsultasikan dalam rapat pimpinan DPR yang digelar kemarin siang. Rencananya, hari ini sejumlah ulama akan datang lagi ke Senayan.

Bagaimana sikap Amerika? Duta Besar AS untuk Indonesia B. Lynn Pascoe kepada SCTV menyatakan, pihaknya sudah memperhitungkan banyaknya aksi penolakan. Namun dia meyakini kejadian itu tidak akan mengganggu kunjungan Bush.

Dilain pihak, persiapan menyambut kedatangan Bush terus berlangsung. Di sekitar Kebun Raya Bogor pengamanan diperketat hingga radius dua kilometer. Bahkan arus lalu lintas sudah akan dialihkan mulai 15 November mendatang.

Selain persiapan penjagaan keamanan super ketat kepada Bush. Kedatangan Presiden AS itu akan dikawal langsung dua pesawat tempur jenis F-16 milik TNI Angkatan Udara. Dua pesawat tempur sergap ini akan mengamankan kedatangan George W Bush saat memasuki wilayah udara Indonesia. [cha, berbagai sumber]